Hitler dan Neraka yang Dibuatnya
July 31, 2016


Cerpen Risda Nur Widia (Jawa Pos, 31 Juli 2016)

Hitler dan Neraka yang Dibuatnya ilustrasi Bagus

Hitler dan Neraka yang Dibuatnya ilustrasi Bagus

INILAH kematian paling indah yang terjadi pada peradaban manusia. Tangisan. Kepala pecah diterjang peluru. Darah menyemburat seperti percik petasan tahun baru di langit-langit kota. Bilik-bilik rumah kayu tenggelam dalam abu kehancuran musim dingin di bulan Desember. Dan kau terjebak sebagai seorang Wehrmacht [1] dalam drama kematian ini. Tidak ada lagi doa yang pantas dijabarkan untuk menyelamatkan semua kehancuran ini. Bahkan para serdadu menganggap bahwa: Tuhan sudah enggan ikut campur dalam pertempuran penghabisan di Stalingrad.

Peperangan ini telah merenggut banyak nyawa. Mungkin juga kematian ini sudah dituliskan di almanak waktu, dan musim dingin di Stalingrad, kota Stalin, Volga, adalah saksi ketika kesedihan menggumpal; meresap, menjadikannya serpihan-serpihan udara hingga gugur bersama salju. Untuk membayangkannya kau tidak sanggup. 200 ribu lebih serdadu terbaik Jerman bertempur sia-sia. Bahkan seperti boneka kau berjejal bersama puluhan serdadu di gorong-gorong yang dibuat untuk menghalau musuh di sepanjang Sungai Don, di sisi utara Volga; sekaligus menjadi pemakaman bagi tubuh-tubuh itu bila sewaktu-waktu ajal merenggut nyawa. Di tengah gempuran peluru ratusan Red Army [2], Rusia, yang mengepung sisi lain sungai, kau melihat wajah-wajah murung. (more…)

Tubuh yang Dikerubungi Semut
July 24, 2016


Cerpen Yetti A.KA (Jawa Pos, 24 Juli 2016)

Tubuh yang Dikerubungi Semut ilustrasi Bagus

Tubuh yang Dikerubungi Semut ilustrasi Bagus

SIAPA yang tak mengenal Salgi? Perempuan itu sekarat selama 20 tahun dan sepertinya belum akan mati hingga beberapa tahun yang akan datang. Di rumah yang terbuat dari kayu tenam, ditemani lelaki yang pernah mencintainya (lelaki itu kini duduk menungguinya, meski hati dan pikirannya berlayar ke laut jauh), sepanjang waktu Salgi telentang dengan mata lebih banyak tertutup dan tubuh yang diam. Hampir semua kulit punggungnya hitam dan mengelupas akibat tidur yang panjang itu hingga memperlihatkan beberapa bagian daging merah pucat. Kuku-kukunya bulat berwarna kehijauan seolah akan segera meletus dan mengeluarkan cairan busuk. Kepalanya sudah lama sekali botak, menyisakan rambut tipis tak merata mirip bulu anak burung baru keluar dari cangkang telur. (more…)

Darojat dan Istrinya
July 17, 2016


Cerpen Budi Darma (Jawa Pos, 17 Juli 2016)

Darojat dan Istrinya ilustrasi Bagus

Darojat dan Istrinya ilustrasi Bagus

DAROJAT benar-benar tidak tahu mengapa akhirnya dia menikah dengan Driani. Driani juga benar-benar tidak tahu mengapa akhirnya dia menikah dengan Darojat. Memang, sebelum menikah, kadang-kadang mereka merasa sama-sama senang, kadang-kadang merasa sama-sama membenci, dan kadang-kadang saling tidak peduli sama sekali. Tidak jarang pula Darojat menganggap Driani kotor dan menjijikkan, demikian pula anggapan Driani terhadap Darojat.

Darojat ganteng dan pandai, dan karena itu, jangan heran manakala dia berhasil menjadi dokter spesialis penyakit dalam terkemuka. Pasiennya banyak, dan semua pasien merasa senang dirawat oleh Darojat, dan Darojat bertindak dengan sangat profesional, termasuk dalam menarik biaya dari pasien-pasiennya. Kalau penghasilannya dikumpulkan dan dibelikan emas, bisa dipastikan, dalam waktu singkat dia mampu dengan mudah mengumpulkan berbatang-batang emas antam. (more…)

Museum Luka
July 10, 2016


Cerpen Yudhi Herwibowo (Jawa Pos, 10 Juli 2016)

Museum Luka ilustrasi Bagus

Museum Luka ilustrasi Bagus

SEJAK sang kekasih meninggalkannya, Araning memutuskan satu hal yang tak pernah dipikirkan sebelumnya. Ia tahu–mungkin—orang-orang akan menganggapnya gila. Tapi sekarang ini ia tak mau memikirkan orang lain. Orang-orang itu tak tahu seberapa banyak ia telah dilukai oleh laki-laki, yang semuanya nyaris dicintainya dengan tulus. Seperti kekasih terakhirnya itu, yang tanpa tanda-tanda apa pun, tiba-tiba saja berkata, “Kupikir ini tak akan berhasil. Sebaiknya kita sudahi saja hubungan ini.”

Dan Araning tak bisa berucap apa-apa. Sampai laki-laki itu pergi dari hadapannya, ia hanya bisa menahan tangis. Tapi ia tak ingin menangis sekarang. Ia bosan menangis gara-gara hal seperti itu. Membuatnya terlihat lemah. Ia ingin berdiam diri saja di sini. Memandangi apa yang ada di sekelilingnya, seperti lukisan perempuan yang tengah termenung di depan jendela, yang tepat ada di depannya. Entah kenapa, ia merasa lukisan itu begitu mirip dengan keadaannya sekarang. (more…)

Malam Lebaran Paling Sunyi
July 3, 2016


Cerpen Mustofa W. Hasyim (Jawa Pos, 03 Juli 2016)

Malam Lebaran Paling Sunyi ilustrasi Bagus

Malam Lebaran Paling Sunyi ilustrasi Bagus

DAPUR atau pawon, tempat paling mengasyikkan bagi Sumi. Sejak kecil dia dilatih memasak oleh nenek dan ibunya di dapur. Hawa dan suasana dapur sangat dikenalnya. Di tempat ini dia bisa membiakkan kebahagiaan dan dapat menenggelamkan duka. Ia merasa dapur dapat menjadi dunia tempat dia melarikan diri dari beban hidup dan tempat untuk merayakan kegembiraan hidup. Sebuah ruang yang bagi dia sangat mengesankan. Tempat dia mengenal hidup berumah tangga, lewat obrolan, nasehat dan cerita nenek dan ibunya.

Dapur, bagi Sumi, tempat yang amat luas. Di dapur ada amben atau dipan besar, ada meja kursi, ada tempat menyimpan bumbu atau gothekan, ada almari khusus menyimpan makanan matang disebut gledeg, dan ada rak-rak besar dan tinggi tempat menyimpan alat memasak dan alat menyajikan makanan dan minuman. Aneka macam pisau, aneka macam sendok, aneka macam piring, aneka macam bakul, aneka macam mangkok, aneka macam gelas, aneka macam teko, ada di situ. Dengan isi dapur lengkap seperti itu, rasa-rasanya tidak ada satu jenis pun masakan yang tidak dapat dimasak dan disajikan di dapur untuk kemudian dihidangkan di meja makan. (more…)

Pengakuan Russel Dirinya Telah Membunuh Seekor Anjing dan Peristiwa yang Disimpan Gray
June 26, 2016


Cerpen Adam Yudhistira (Jawa Pos, 26 Juni 2016)

Pengakuan Russel Dirinya Telah Membunuh Seekor Anjing dan Peristiwa yang Disimpan Gray ilustrasi Bagus

Pengakuan Russel Dirinya Telah Membunuh Seekor Anjing dan Peristiwa yang Disimpan Gray ilustrasi Bagus

KETIKA Russel Donovan dibawa ke kantor polisi dini hari tadi, ia tidak berhenti menggumam. Gumamannya tidak jelas, bahkan ketika polisi-polisi muda yang menangkapnya membacakan hak-haknya sebagai tersangka, Russel terus saja menggumam. Dengan tangan terborgol, ia digelandang ke sebuah ruangan berdinding putih dengan lampu menyala terang. Penjaga laki-laki berseragam dan bertubuh tinggi kekar yang mengantarnya memberi tahu bahwa Russel akan diinterogasi. (more…)