Maut Lebih Kejam daripada Cinta
April 20, 2014


Cerpen Gabriel García Márquez (Jawa Pos, 20 April 2014)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

SENATOR Onésimo Sánchez hanya punya sisa waktu enam bulan sebelas hari sebelum dijemput maut kala dia menemukan perempuan idamannya. Dia berjumpa dengan gadis itu di Rosal del Virrey, sebuah kota kecil yang seperti khayalan. Pada malam hari kota itu menjadi dermaga tersembunyi bagi kapal-kapal penyelundup dan siang harinya tampak seperti tempat terpencil paling tak berguna di tengah padang pasir yang gersang dan seaan berada di antah-berantah, menghadap laut, begitu jauh dari segala takdir siapa pun yang tinggal di tempat itu. Bahkan nama kota itu –yang berarti rumpun mawar—seolah lelucon belaka. Sebab, satu-satunya mawar yang ada di sana dipakai oleh senator Onésimo Sánchez pada suatu senja ketika dia berjumpa dengan Laura Farina.  (more…)

Kekasih Hujan (6)
April 13, 2014


Cerpen Yetti A.KA (Jawa Pos, 13 April 2014)

Kekasih Hujan (6) ilustrasi Bagus

BULAN dua belas. Bulan di mana orang-orang senang membicarakan cuaca. Di bulan ini pula ia lahir. Tetapi bulan kelahiran ini, baginya, tidak lebih sebagai perayaan sekian kemurungan.

***

Ia berubah menjadi perempuan yang banyak menarik diri dari kehidupan – selain tentu pula kulitnya mulai kendur, kantung mata sedikit turun, dan bintik-bintik hitam makin banyak di pipi. Dulu –paling tidak sebelum ia memasuki usia 40—ia perempuan manis yang selalu menyenangkan di mata orang lain. Ia menyimpan kesedihan dalam-dalam dan bersikap ramah dalam situasi apa pun. Teman-teman, kenalan, tetangga, menyukainya. Ia membagikan kue-kue yang dibikin di hari libur. Anak-anak membukakan pintu dengan riang tiap ia memencet bel di rumah mereka dan menjulukinya ”Ibu Baik Hati“.  (more…)

Caleg yang Mati di Hari Pemilihan Umum
April 6, 2014


Cerpen Zen R.S. (Jawa Pos, 6 April 2014)

Caleg yang Mati di Hari Pemilihan Umum ilustrasi Bagus

OTONG Asmara mati di hari pemilihan umum. Dia mati karena kecelakaan motor pada jam 10 malam, beberapa jam setelah semua TPS selesai melakukan penghitungan suara. Saat itu dia sedang berkonvoi penuh kemenangan menuju kampungnya bersama tim sukses. Otong mati karena motor yang dikendarainya ditabrak truk yang dikendarai oleh sopir yang sedang mabuk.

Otong saat itu diliputi kegembiraan yang luar biasa. Hasil perhitungan yang dilakukannya menunjukkan dia berhasil mendapat jumlah suara yang melebihi angka Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).  (more…)

Istri Pengarang
March 30, 2014


Cerpen Gunawan Tri Atmodjo (Jawa Pos, 30 Maret 2014)

Istri Pengarang ilustrasi Bagus

HANYA manusia bodoh yang menganggap cemburu sebagai tanda cinta. Tapi adakah cinta yang datang tanpa kebodohan? Kau tak akan bisa menghindari cemburu tapi kau bisa mengolahnya. Jika gagal, mungkin jalan hidupmu akan berakhir sepertiku saat ini, mendekam di tempat ini dan berurusan dengan rekan-rekan seprofesimu sekarang ini. Mungkin juga kau tak akan percaya pada cerita cemburuku ini karena ini seperti kisah cemburu pada hantu. Sebaiknya kau menyimak ceritaku ini dengan saksama karena mungkin kau dapat belajar banyak darinya.  (more…)

Taman Pohon Ibu
March 23, 2014


Cerpen Benny Arnas (Jawa Pos, 23 Maret 2014)

Taman Pohon Ibu ilustrasi Bagus

PEREMPUAN itu telah membesarkan seorang putri sedari ia mengandungnya. Ia senantiasa memberikan ragam nasihat seolah janinnya sudah gadis benar, seolah anak gadisnya ada di hadapan. Ya, bila kalian pernah membaca atau mendengar kisah seseorang yang rela digandeng Izrail demi mempersilakan oroknya mencium bumi, maka ialah ibu yang purnamulia itu1. Dan bila kalian juga pernah membaca atau mendengar kisah tukang cerita yang kerap turun ke lereng Bukit Barisan, itulah anak gadisnya. Konon, tukang cerita itu akan bercerita sampai malam memekat. Ceritanya sarat wasiat kebaikan. Tentu, buah jatuh tak jauh dari akar pohonnya; perangai ibu akan lesap ke dalam jiwa anaknya. Ketika itulah, tanpa orang-orang sadari, si tukang cerita tiba-tiba raib; bagai angslup ditelan bumi, bagai memuai dilarut angin, bagai melesat dihisap langit2.

(more…)

Cara Mengakhiri Sebuah Makan Malam
March 16, 2014


Cerpen Afrizal Malna (Jawa Pos, 16 Maret 2014)

Cara Mengakhiri Sebuah Makan Malam ilustrasi Bagus

MUSIM dingin untuknya sama dengan ikan yang bersembunyi dalam lukisan-lukisan Gerhard Richter, seorang pelukis Jerman yang sering melintas dalam pikirannya, setiap musim dingin datang. Menciptakan banyak warna untuk menyembunyikannya kembali dalam sapuan besar warna lain. Warna-warna yang seakan-akan diciptakan untuk melawan atau memberi cahaya hangat atas warna putih kelabu dari musim dingin.

Jurg, tukang pos yang banyak mengoleksi foto-foto Paus itu, berusaha membenamkan tubuhnya dalam udara hangat dari mesin pemanas kereta. Ia menggerakkan jari tangannya yang terbungkus sarung tangan tebal dari wol. Di luar jendela kereta, salju kian mengubah peta. Menciptakan posisi yang membingungkan untuk melihat arah, untuk tahu di mana dirinya berada di antara wajah kota yang hampir terbalut warna putih salju.  (more…)

Thung Se
March 9, 2014


Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 9 Maret 2014)

Thung Se ilustrasi Bagus

SEBAGIAN orang menganggap mendiang ayahku sebagai orang yang beruntung karena terpilih sebagai perantara dewa. Sebagian yang lain masih mengenangnya sebagai orang baik yang ringan tangan. Bahkan sampai sekarang –dan ini menurutku keterlaluan– masih saja ada yang menganggap beliau sebagai orang sakti!

”Kalau bukan karena A Fui (begitulah semasa hidupnya ayah akrab disapa) atas petunjuk dewa yang memintaku mengubah arah pintu dapurku, mungkin sampai sekarang aku masih hidup melarat…“ Atau, ”Dokter sudah menyerah dengan ngilu di punggungku, tapi A Fui hanya menyuruhku menabur beras dan garam di sudut kamar.“  (more…)

Misteri Burung Gagak dan Cerita Lainnya
March 2, 2014


Cerpen Agus Noor (Jawa Pos, 2 Maret 2014)

Misteri Burung Gagak dan Cerita Lainnya ilustrasi Bagus

JANGAN pernah membiarkan lelaki itu mendekatimu. Apalagi mempersilahkan masuk ke dalam rumah. Bertamu, atau datang untuk minta sedekah, hanyalah alasan, sebelum pada akhirnya ia merenggut sepasang matamu yang paling berharga.

Kau akan segera mengenalinya. Ia selalu berjalan dengan seekor gagak bertengger di tangannya. Siapa pun yang gampang tergoda, pasti terpesona sorot matanya. Ditambah gaya bicaranya yang meyakinkan setiap kali menjelaskan dari mana gagak itu muncul dalam hidupnya. 

(more…)

Tulah
February 23, 2014


Cerpen Wi Noya (Jawa Pos, 23 Februari 2014)

Tulah ilustrasi Bagus

PEPATAH bilang, ”Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.“ Masihkah diyakini banyak orang? Pasalnya, peribahasa tersebut tidak terbukti padaku. Aku gelundung terlalu jauh dari pohon nan subur itu. Padahal, ketiga buah lain yang ranum berguguran persis di bawahnya. Berbeda denganku, sudah jatuh puluhan hasta, kadung busuk pula.  (more…)

Mukjizat Api
February 16, 2014


Cerpen Triyanto Triwikromo (Jawa Pos, 16 Februari 2014)

Mukjizat Api ilustrasi Herjaka HS

DONNA menyelundupkan katana ke tanjung yang hampir tenggelam itu bukan untuk membunuh Widanti, utusan Teratai Hijau. Pedang panjang dari Jepang itu hanya ingin dia gunakan untuk bertarung dengan Panglima Langit Abu Jenar karena sang musuh juga sangat mahir memainkan senjata yang dulu pernah digunakan oleh para samurai itu. Akan tetapi seorang warga yang mungkin telah diajari oleh Abu Jenar semacam ilmu yang dikembangkan oleh Miyamoto Mushasi1 menggunakan katana itu untuk memenggal kepala Widanti. Donna sama sekali tidak terpanggil untuk membalaskan dendam Widanti. Dia punya alasan sendiri mengapa harus membunuh Panglima Langit. (more…)