Si Penebar Pasir Si Pemanggil Hujan

May 9, 2012 - 3 Responses

Cerpen Yudhi Herwibowo (Koran Tempo, 29 April 2012)

SUDAHKAH engkau melihat jejaknya? Tubuhnya yang besar dan lebih tinggi dari orang-orang pada umumnya, telah membuat jejaknya lebih tertanda di tanah. Angin tak akan mudah menghapusnya, dan debu tak akan mudah menutupnya.

Dialah Matu Lesso.

Orang-orang di sepanjang pantai selatan Flores ini lebih kerap memanggilnya Si Pemanggil Hujan, walau ia sendiri lebih suka menyebut dirinya Si Penebar Pasir. Read the rest of this entry »

Suami Itu Milikku

May 9, 2012 - 2 Responses

Cerpen Sophie Kiwelu (Suara Merdeka, 29 April 2012)

SETELAH Mize menyelesaikan satu bulan masa jando [1] seperti yang dikenal dalam masyarakat Konde, dia terlihat luar biasa. Wajahnya merona oleh pesona yang tak biasa. Berdasarkan adat Konde, seorang pengantin perempuan harus selalu berada di dalam rumah selama sebulan penuh bersama ibu mertuanya, dan bersama dengan bibi suaminya, dia memasak hidangan tradisional istimewa untuk sang ibu mertua. Read the rest of this entry »

Asa Sia-Sia

May 9, 2012 - 8 Responses

Cerpen Raudah AH (Republika, 29 April 2012)

KABUT menutupi kepala bukit hijau yang mengelilingi kampus indah nan asri. Udara terasa segar. Dingin menyusup tulang. Suara knalpot kendaraan yang merayap di jalan utama Garden of Knowledge terdengar. Gadis yang memiliki beberapa keping cita dan ribuan asa itu masih bersembunyi dalam selimut tebalnya. Menikmati mimpi-mimpi indah. Read the rest of this entry »

Bukit Mawar

May 9, 2012 - One Response

Cerpen Yanusa Nugroho (Kompas, 29 April 2012)

NAMANYA Arjuna. Laki-laki, kurus, bujangan, 45 tahun-an. Ada yang memanggilnya “Mas Ar”, ada juga yang memanggilnya dengan “Kang Juna”. Siapa yang benar? Kurasa dua-duanya benar, karena Arjuna hanya tersenyum.

Ketika ada yang penasaran mengapa dia diberi nama Arjuna, laki-laki itu hanya tersenyum ramah. Lalu, biasanya, dia akan melanjutkan dengan suaranya yang ragu dan sedikit gemetar bahwa itu pilihan ibunya. Ibunya hanya penjual bunga di makam. Read the rest of this entry »

Simpang

May 3, 2012 - One Response

Cerpen Yetti A. Ka & Benny Arnas (Jawa Pos, 22 April 2012)

AKU tak mungkin keliru kalau sekarang hari Sabtu dan bukan tanggal merah. Aku tak mungkin keliru kalau ini adalah simpang itu, simpang kita. Ah, apa yang terjadi padamu hingga tak kunjung menyambangiku? Apa yang terjadi pada hari ini hingga begitu sepi? Read the rest of this entry »