Archive for the ‘Zelfeni Wimra’ Category

Tuan Alu dan Nyonya Lesung
May 15, 2011

Cerpen Zelfeni Wimra (Koran Tempo, 15 Mei 2011) TUAN Alu memeriksa setiap pori-pori di kepalanya. Bagian ujung dari tubuhnya yang selalu tertumbuk ke bumi itu kini ia sebut kepala. Ini bermula sejak sebilah parang memangkas badannya. Sejak ia terpisah dari akar yang membesarkannya. Sejak ia memutuskan untuk menerima hidupnya dengan perasaan terbalik.

Sihir Batu Bata
March 29, 2011

Cerpen Zelfeni Wimra (Jawa Pos, 27 Maret 2011) IA berdiri di atas setumpuk batu bata, sebagai penambah tinggi badannya. Tangannya berpegang ke salah satu tiang kedai bagian belakang. Ia dekatkan matanya ke salah satu celah dinding papan, mengintip, apakah pria gendut berkumis tebal itu berani menyakiti ibunya lagi?

Gantungan Baju Buya
July 4, 2010

Cerpen Zelfeni Wimra (Koran Tempo, 4 Juli 2010) KAMI sering saling tercengang melihat Buya Mukaram berlalu mengayuh sepeda di tengah pagi buta. Sungguh, kami tak sampai hati melihat gigil yang seakan menjalar dari tulang punggung hingga lututnya. Tapi, bagaimana lagi, Buya selalu menolak jika ditawari bermalam di rumah salah satu kami.

Suara Serak di Seberang Radio
May 9, 2010

Cerpen Zelfeni Wimra (Jawa Pos, 9 Mei 2010) MENJELANG tengah malam di pondok perebus air nira, udara dingin akan mengalah pada nyala api di tungku. Selain rungut sekawanan kera mempergelutkan cabang tempat tidur, gelegak air nira dalam kancah berebut dendang dengan suara yang ditimbulkan getar sayap belalang di rimbun belukar. Bagi Yarman, pada saat-saat begini, [...]