Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 18 Desember 2011) AMBILLAH pisau dan daging paha sapi atau kambing yang tergantung di dapur. Tusukkan pisau ke daging. Bagaimana bunyinya? Jika tak ada daging, keluarlah ke kebun, cari pohon pisang, tikamlah. Jika kau tak mendapati pohon itu, bahkan pisau pun tak punya, beginilah bunyinya, jleb! Empuk, enak di [...]
Archive for the ‘Yusi Avianto Pareanom’ Category
Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi
December 21, 2011
Dari Dapur Bu Sewon
July 24, 2011
Cerpen Yusi Avianto Parianom (Koran Tempo, 17 Juli 2011) BU Sewon, pemilik rumah yang kukontrak di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, senang sekali membagi masakan dari dapurnya. Ia pemurah, kirimannya selalu dalam porsi besar. Amal ini akan menjadi sesuatu yang menggembirakan semua orang sekiranya tidak ada fakta keras: masakannya tidak pernah enak.
Rumah Kopi Singa Tertawa
April 13, 2011
Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 10 April 2011) Meja 7 “Kau masih suka cappuccino kan, Mas?” “Tentu saja. Ada apa? Kenapa menarik-narik rambut dan senyam-senyum seperti itu?” “Kalau begitu mari angkat cangkir.” “Ayo!”
Edelweiss Melayat ke Ciputat
November 28, 2010
Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 28 November 2010) MINGGU, 10-10-10. Beberapa orang memilih menikah atau melahirkan pada hari bertanggal biner itu. Aya ditemukan pada hari tersebut dengan tubuh terpotong sepuluh dalam empat kantong plastik hitam besar. Kantong-kantong yang ditaruh di pembatas jalur di jalan raya depan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, itu selama tiga hari [...]
Ajal Anwar Sadat di Cempaka Putih
July 27, 2010
Cerpen Yusi Avianto Pareanom (Koran Tempo, 25 Juli 2010) ANWAR Sadat menemui ajalnya pada hari pertama ia menginjakkan kaki di Jakarta. Ia datang dari Semarang. Usianya pada hari naas itu 28 tahun.