Cerpen Yusak Lie (Jawa Pos, 17 Oktober 2010) SEJAK empat tahun lalu, saya telah berpisah dengan Ibu dan mencoba mengadu nasib di Osaka. Selama itu pula, saya berpindah-pindah pekerjaan, dari buruh pabrik, guru bahasa Indonesia paruh waktu, menjaga supermarket, sampai menjadi tukang parkir. Saya berpikir saya memang tidak becus dalam bekerja, dan oleh karenanya saya [...]