Archive for the ‘Wina Bojonegoro’ Category

Dunia Angka
April 27, 2014


Cerpen Wina Bojonegoro (Media Indonesia, 27 April 2014)

dunia angka ilustrasi pata areadi

MAUKAH kau kuberi tahu sebuah rahasia?

Kalau begitu, mari, duduklah di sini. Di dekatku. Sebab, ini rahasia antara kau dan aku saja. Jangan sampai ada orang lain yang menguping. Sebab, itu berarti kematian bagi kita.

Baiklah, kumulai saja cerita ini.

Kau lihat, orang-orang yang lalu-lalang di koridor itu? Pasien-pasien yang diusung menuju ruang ICU, beberapa pasti kau kenal baik, bukan? Ya. Para pemimpin, birokrat, orang-orang penting di negerimu, mereka yang mencari dan mencuri perhatian dengan jauh-jauh berobat ke sini. Tahukah kau, apa sebenarnya yang dilakukan oleh dokter kami pada mereka? Dokter-dokter itu sesungguhnya sedang memasang chip pada otak mereka.  (more…)

Tentang Drupadi
January 26, 2014


Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 26 Januari 2014)

Tentang Drupadi ilustrasi Bagus

“SEHARUSNYA tempat ini menjadi kenangan yang indah. Saksi sebuah pesta pernikahan yang tak akan terlupakan…“

Kalimat itu meluncur rapuh dari bibir seorang lelaki tua yang tak kukenal, ketika aku sedang duduk bersantai di taman ini menikmati langit November yang dipenuhi guguran kelopak flamboyan. Aku terhipnotis dalam waktu sekejap. Lelaki tua itu memandangi ranting-ranting yang menjulur rendah di hadapan kami. Semata merah. Bulir-bulir daun hijau seolah hanya kelopak, dan mahkotanya adalah merah yang menyala kontras di paparan langit biru sore hari.  (more…)

Mozaik
March 17, 2013


Cerpen Wina Bojonegoro (Media Indonesia, 17 Maret 2013)

Mozaik ilustrasi Pata Areadi

VIE:

ADA sejumlah pertanyaan yang membiang di dadaku. Bagai hendak meletus, seperti balon kebanjiran udara.

Pertama, jika pasanganmu diam ketika ia tahu kau telah berdusta padanya. Kau mestinya bertanya; ia diam karena sudah tak ingin ribut atau sudah tak peduli apa pun. Coba kau cerna pertanyaan ini, meski kau tak punya waktu menggunakan hatimu. Mungkin saja hatimu telah kisut, kering seperti kain pel yang lupa diangkat dari jemuran. (more…)

Negeri Atas Angin
November 7, 2012


Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 28 Oktober 2012)

Mungkin senja belum usai saat bayu melambai begitu mesra,di pepohonan itu aku menangkap keberadaanmu. Belum, senja memang belum usai, tetapi remang sudah mengintip setiap sudut rumah bambuku. Kita pernah bersua pada suatu masa, dalam tanya kau berkelakar di helai rambutku….

Apa kata mawar ketika ia hampir layu di ambang petang? (more…)

Kado
December 28, 2011


Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 25 Desember 2011)

 

HUJAN!

Hari ini hujan, lebat benar. Aku merasa linglung. Hari yang aneh! Seharusnya kita dapat bernyanyi bersama, dalam irama hujan. Mengapa kini aku tak mampu menghayati irama hujan seperti biasanya? Mengapa aku merasa hujan itu seperti menghinaku? Menyindir kesenyapanku sejak ketiadaanmu?  Mengapa kau tergesa-gesa pergi? Dengan alasan yang tidak kau beri? (more…)

Lelaki Berbulu
August 11, 2011


Cerpen Wina Bojonegoro (Jawa Pos, 7 Agustus 2011)

Pkl 05.45.

SEBENTAR lagi dia akan lewat di jalan itu. Seperti biasa, mendorong istrinya di atas kursi roda yang tidak baru lagi. Suara rodanya berderik, menimbulkan nyeri di ulu hati. Perempuan itu, sang istri yang tampak tidak sehat, sering melotot-lotot dan kadang menjerit tak menentu. Kadang juga mencakar-cakar. Tetapi, laki-laki berbulu itu dengan tenang tetap mendorong istrinya pelan-pelan, menikmati udara pagi, seolah-olah hanya sebuah boneka yang didorongnya. Wajahnya tanpa ekspresi, selalu begitu. Jika pada jam itu orang-orang sudah mulai keluar rumah dan memandangnya dengan pandangan yang entah berarti apa, laki-laki berbulu itu akan memberikan salam dengan takzim, tanpa ekspresi, selalu begitu. (more…)