Archive for the ‘Triyanto Triwikromo’ Category

Lengtu Lengmua
March 21, 2012

Cerpen Triyanto Triwikromo (Kompas, 18 Maret 2012) TEPAT tengah malam celeng-celeng yang telah kerasukan ratusan iblis itu akan menyeruduk seluruh warga dan tak memberi kesempatan mereka untuk mendengarkan lagi keributan bangau dan gesekan daun-daun bakau dengan angin amis yang risau….

Wali Kesebelas
January 18, 2012

Cerpen Triyanto Triwikromo (Koran Tempo, 15 Januari 2012) Para utusan Lurah Lading Kuning ingin membunuh dan membuang mayat Syeh Muso ke laut. Tetapi Syeh Bintoro ingin menunjukkan kepada warga kampung betapa sang penebar ajaran sesat hanyalah seekor anjing busuk.  . IA bukan pewarta agama. Dia juga tak pernah mengajak penduduk di kampung yang setiap senja [...]

Burung Api Siti
November 4, 2011

Cerpen Triyanto Triwikromo (Kompas, 30 Oktober 2011) Burung-burung api itu melesat dan menembus jantung para pembantai. Para pembunuh terbakar. Tubuh mereka menyala. Siti bertanya, “Mengapa bangau-bangau ini jadi ganas semua?”

Gesangsungsang
July 15, 2011

Cerpen Triyanto Triwikromo (Koran Tempo, 10 Juli 2011) Beredar kabar Zaenab akan ditembak mati oleh penembak gelap karena seluruh tubuhnya bersisik merah. Apa yang membahayakan dari sisik-sisik merah itu? ALLAH tidak pernah mengirim bencana pada Jumat penuh bangkai ikan di kampung yang harum oleh zikir dan shalawat itu. Dalam benak Zaenab, Allah juga tidak akan [...]

Kisah Dua Belas Kisah
January 4, 2011

Cerpen Triyanto Triwikromo (Jawa Pos, 2 Januari 2011) KAU tak pernah tahu pada gerimis ke-15 pada senja yang muram, lelaki kencana yang kausangka menyamar sebagai Raja Ali Haji itu menulis 12 kisah tentang kota-kota dan makhluk-makhluk yan diberkati. Sebagian orang menganggap itu hanya kisah-kisah palsu. Sebagian lain menganggap gurindam dua belas tak bisa dimaknai secara [...]