Cerpen Toni Lesmana (Koran Tempo, 30 Oktober 2011) LELAP sekali dirimu terbaring di lantai. Tak ada yang bergerak selain isyarat lemah napasmu. Mimpi apa yang tumbuh dalam tidurmu? Aku hanya bisa memandangmu. Tubuhmu nyaris telanjang. Aku terus memandangimu sambil perlahan merayap di tembok, memanjat kaca jendela dan meloloskan diri pada lubang angin.
Archive for the ‘Toni Lesmana’ Category
Negeri Penidur
November 4, 2011
Malam di Kota Merah
March 13, 2011
Cerpen Toni Lesmana (Kompas, 13 Maret 2011) MALAM. Malam yang dingin. Angin seperti menghunus pisau dan mengiris setiap inci kulit waktu. Pisau berkilat di mataku. Pisau yang sesungguhnya terarah dengan tepat di antara dua kening.