Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 8 Januari 2012) BARNABAS mulai menyelam tepat ketika langit bersemu keungu-unguan, saat angin dingin menyapu permukaan danau sehingga air berdesis pelan, sangat amat pelan, nyaris seperti berbisik, menyampaikan segenap rahasia yang bagai tidak akan pernah terungkapkan.
Archive for the ‘Seno Gumira Ajidarma’ Category
Mayat yang Mengambang di Danau
January 12, 2012
Karangan Bunga dari Menteri
October 14, 2011
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 9 Oktober 2011) Belum pernah Siti begitu empet seperti hari ini. “Pokoknya gue empet ngerti nggak? Empeeeeeeet banget!” “Kenape emang?” Tanya Ira, sohibnya. “Empeeeeeeeeeetttt banget!!”
Kumpulan Cerpen Kompas 2011
July 5, 2011
PENGHARGAAN Cerpen Kompas 2011 digelar Senin (27/6) malam, di Bentara Budaya Jakarta. Seno Gumira Adjidarma terpilih sebagai pemenang penghargaan tersebut dengan karyanya Dodolitdodolitdodolibret.
Pring Re-ke-teg Gunung Gamping Ambrol
June 7, 2011
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 5 Juni 2011) RIBUAN orang baik-baik telah berkumpul di atas bukit, siap menyerbu perkampungan para pencuri, perampok, pembunuh, dan pelacur, yang terletak di tepi sebuah sungai yang mengalir dan berkelok dengan tenang, begitu tenang, bagaikan tiada lagi yang bisa lebih tenang, yang memantulkan cahaya kemerah-merahan membara di langit meskipun matahari [...]
Dodolitdodolitdodolibret
September 29, 2010
Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 26 September 2010) KIPLIK sungguh mengerti, betapapun semua itu tentunya hanya dongeng. “Mana ada orang bisa berjalan di atas air,” pikirnya. Namun, ia memang berpendapat bahwa jika seseorang ingin membaca doa, maka ia harus belajar membaca doa secara benar.