Archive for the ‘Seno Gumira Ajidarma’ Category

Orang yang Selalu Cuci Tangan
May 19, 2013


Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 19 Mei 2013)

Orang yang Selalu Cuci Tangan ilustrasi Ari Winata

SEMUA orang di kantornya sudah tahu, ia selalu mencuci tangannya. Banyak orang juga selalu mencuci tangan, tetapi tidak sesering dirinya. Belum pernah ada yang menghitung, berapa kali ia mencuci tangannya dalam sehari, tetapi dapat dipastikan sering sekali. Kalau ada orang yang menyebut namanya, yang diingat setiap orang adalah, “Oh, yang selalu cuci tangan itu ya?”, dan akan selalu ditanggapi kembali dengan, “Nah! Iya, yang selalu cuci tangan!” (more…)

Seperseribu Detik Sebelum Pukul 16:00
December 9, 2012


Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 9 Desember 2012)

Seperseribu Detik Sebelum Pukul 1600 ilustrasi Jeihan

SEBETULNYA mereka berdua tidak ingin melihat jam tangan masing-masing, juga tidak ingin melihat jam dinding, karena hanya akan memperlihatkan kenyataan menyakitkan.

“Aku tidak mau berpisah.”

“Aku juga.” (more…)

Mayat yang Mengambang di Danau
January 12, 2012


Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 8 Januari 2012)

BARNABAS mulai menyelam tepat ketika langit bersemu keungu-unguan, saat angin dingin menyapu permukaan danau sehingga air berdesis pelan, sangat amat pelan, nyaris seperti berbisik, menyampaikan segenap rahasia yang bagai tidak akan pernah terungkapkan. (more…)

Karangan Bunga dari Menteri
October 14, 2011


Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 9 Oktober 2011)

Belum pernah Siti begitu empet seperti hari ini.

“Pokoknya gue empet ngerti nggak? Empeeeeeeet banget!”

“Kenape emang?” Tanya Ira, sohibnya.

“Empeeeeeeeeeetttt banget!!” (more…)

Kumpulan Cerpen Kompas 2011
July 5, 2011


PENGHARGAAN Cerpen Kompas 2011 digelar Senin (27/6) malam, di Bentara Budaya Jakarta. Seno Gumira Adjidarma terpilih sebagai pemenang penghargaan tersebut dengan karyanya Dodolitdodolitdodolibret. (more…)

Pring Re-ke-teg Gunung Gamping Ambrol
June 7, 2011


Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 5 Juni 2011)

RIBUAN orang baik-baik telah berkumpul di atas bukit, siap menyerbu perkampungan para pencuri, perampok, pembunuh, dan pelacur, yang terletak di tepi sebuah sungai yang mengalir dan berkelok dengan tenang, begitu tenang, bagaikan tiada lagi yang bisa lebih tenang, yang memantulkan cahaya kemerah-merahan membara di langit meskipun matahari sudah terbenam. (more…)

Dodolitdodolitdodolibret
September 29, 2010


Cerpen Seno Gumira Ajidarma (Kompas, 26 September 2010)

KIPLIK sungguh mengerti, betapapun semua itu tentunya hanya dongeng.

“Mana ada orang bisa berjalan di atas air,” pikirnya.

Namun, ia memang berpendapat bahwa jika seseorang ingin membaca doa, maka ia harus belajar membaca doa secara benar. (more…)