Cerpen S Prasetyo Utomo (Suara Merdeka, 18 Maret 2012) LELAKI kecil, kurus, menyeret-nyeret tongkat berukir kepala burung. Di pipinya leleh air mata. Ia ingin memusnahkan tongkat itu. Ingin menceburkannya ke sungai. Biar hanyut ke laut. Baru saja Kakek mendera pantatnya dengan tongkat itu. Masih terasa pedih menyengat pada pantatnya. Nyeri. Meremuk tulang ekornya.
Archive for the ‘S. Prasetyo Utomo’ Category
Sihir Tongkat
March 21, 2012
Tebarkan Abu Jenazahku ke Telaga
September 15, 2011
Cerpen S Prasetyo Utomo (Suara Merdeka, 11 September 2011) BAGAIMANA caraku menebar abu jenazah Steven ke telaga? Ia berwasiat, jauh sebelum buta matanya dan meninggal dunia, menghendaki abu jenazahnya ditaburkan ke telaga yang tak jauh dari rumahnya. Tapi bagaimana aku bisa melakukannya? Telaga itu telah beberapa tahun ini dikeringkan. Telaga, yang diyakini orang-orang sekitar, tempat [...]
Ular Randu Alas
September 13, 2011
Cerpen S. Prasetyo Utomo (Kompas, 4 September 2011) TERSEMBUNYI kisah rahasia pada sebatang pohon randu alas tua. Tak seorang pun berani menebangnya. Seabad sudah pohon randu alas itu berumur. Aku menduga, pohon randu alas yang menjulang kokoh di tepi jalan pertigaan menuju perumahan tempat tinggalku berumur lebih dari seabad.
Kupu-kupu dan Desing Peluru
May 9, 2011
Cerpen S Prasetyo Utomo (Suara Merdeka, 8 Mei 2011) SEEKOR kupu-kupu kecokelatan yang sayap-sayapnya rapuh hinggap di dada Sarmo. Saat bentrokan dengan kerumunan warga di dekat makam keramat yang hendak digusur sebagai pabrik, kupu-kupu itu terbang rendah. Terbang di atas kepala Sarmo. Dengan pakaian seragam dan pentungan di tangan, Sarmo menghindari bentrokan: saling dorong, pukul-memukul, [...]
Gambar Raksasa
December 6, 2010
Cerpen S Prasetyo Utomo (Suara Merdeka, 5 Desember 2010) TIAP kali gadis kecil itu menggambar, yang dilukisnya manusia menyeramkan. Manusia yang rusak wajah dan tubuhnya. Nira—gadis kecil anak Mbak Dilah—menamakan lukisannya itu sebagai raksasa menyeramkan. Ini untuk kali kelima Nira bersimpuh di sanggar lukis Aji, bersama anak-anak yang lain, suntuk menyapukan kuas, dan yang dilukisnya [...]