Archive for the ‘S Jai’ Category

“Khutbah di Bawah Lembah”
February 22, 2012

Oleh S. Jai INI dia, sebuah novel menggetarkan tentang pentingnya memiliki martabat dan harga diri! Dua orang lelaki, Abdul Basith Hikam (aktivis LSM) dan Fajar Abdillah (jurnalis) bukanlah sepasang sahabat. Namun, sepenggal peristiwa menyeret keduanya bertemu dalam perjumpaan batin yang misterius. Keduanya terpaut pada simpul spirit hidup Nyonya Mendut—bukan nama sebenarnya (nama aslinya Lailatus Sa’diyah)—seorang [...]

Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender
November 16, 2011

Oleh Zoya Herawati (Sinar Harapan, 12 Agustus 2011) BERAWAL dari rasa rendah diri berlebihan tokoh “aku” pada novel ini mencoba mencari jati diri menghadapi setiap persoalan yang dihadapi. Aku seorang perempuan dan tak pernah dicuri oleh perampok paling brengsek sekalipun (hal 13). Tokoh seperti ini jelas korban patriarkhi. Tokoh yang dikuasai ras tertentu sehingga berdampak pada [...]

Usus Buntu
October 27, 2011

Cerpen S. Jai (Jawa Pos, 23 Oktober 2011) ANAK pertamaku lahir ketika suamiku kehilangan pekerjaan. Meski kehamilanku saat itu direncanakan, ternyata Tuhan berkehendak lain. Suamiku dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja selama bertahun-tahun.

Perempuan yang Menikahi Hujan
March 21, 2011

Cerpen S. Jai (Jawa Pos, 20 Maret 2011) I KAU begitu memuja hujan, seakan rinai dan desau angin yang menampiaskan rintik jarum-jarum ke dinding itu, pepohonan, juga rerumputan dan tanah becek berlubang itu kekasihmu. Itu tak hanya satu waktu yang kutahu. Di sepanjang perjalanan saat kau di belakang punggungku dalam kendara sepeda motorku, bahkan memintaku [...]

Serikat Orang Tak Berjodoh
June 13, 2010

Cerpen S Jai (Suara Merdeka, 13 Juni 2010) “CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.“ “Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua yang berbaik hati itu pun memulai kisah. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula dari keinginan untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. [...]