Cerpen Rifan Nazhif (Republika, 26 Februari 2012) DARAHKU mendidih. Tubuhku gemetar. Terasa sekali pandanganku berkunang-kunang. Andaikan aku tengah berdiri, kemungkinan besar tinjuku langsung melayang ke wajah lelaki itu. Kali ini aku memang tengah duduk menunggu azan Maghrib dan sudah mengambil air wudhu. Percuma aku meladeninya sekarang kalau akhirnya wudhuku bakalan batal. Lagi pula, Maghrib-Maghrib tak [...]
Archive for the ‘Rifan Nazhif’ Category
Surat Tanah
February 28, 2012
Tangan
December 31, 2010
Cerpen Rifan Nazhif (Republika, 26 Desember 2010) SUDAH beberapa hari ini tanganku sering sulit diangkat. Apalagi untuk diayun-ayunkan. Aku sudah mendatangi Mantri Amak. Tapi, jawaban darinya tak ada yang salah di tubuhku. Dia hanya memberikan aku obat tidur. Menurut mantri, aku hanya kelelahan.
Gerobak Bakso
June 6, 2010
Cerpen Rifan Nazhif (Republika, 6 Juni 2010) SUARA itu menggema lagi memukul-mukul lorong hatiku. Tapi, aku masih saja terus berdiri di sini. Lumayan, pembeli lagi mengantre. Kalau aku pergi demi memenuhi kehendak suara itu, aku akan kehilangan banyak pembeli. Mereka mungkin merasa disepelekan, kemudian mendendam untuk tak singgah lagi di gerobak baksoku. Lagi pula kasihan, [...]