Archive for the ‘Randu Wangi’ Category

Pukul Sebelas Malam
February 28, 2012

Oleh Desi Puspitasari . . “HIDUP sebenarnya hanyalah mengenai perkara kehilangan.” “Kukira begitu.” “Kau setuju?” Hari ini hari Kamis. Bar tidak begitu ramai, tentu saja. Dari sudut ruangan terdengar lamat-lamat “Shining In The Light” milik Robert Plant dan Jimmy Page. Seorang pelanggan menyulut rokok dan mengembuskan asapnya panjang-panjang. “Hidup sebenarnya hanyalah mengenai perkara kehilangan.” (Hal. [...]

Heute Herbst
November 21, 2011

Cerpen Desi Puspitasari (Koran Tempo, 20 November 2011) BEL yang digantung di pintu berkelinting. “Menjelang musim dingin yang beku!” Katja Heinenmann menaikkan kacamata tuanya. Ia melihat Klaus, salah satu profesor tua sekaligus pelanggannya yang setia, melepas mantel. Laki-laki itu baru pulang dari kampus tempatnya mengajar.

Ayahmu Mati
October 17, 2011

Cerpen Desi Puspitasari (Jawa Pos, 16 Oktober 2011) AKU sedang merencanakan pembunuhan terhadap ayahku. Laki-laki itu baru saja berteriak padaku—dan aku balas berteriak padanya. Tidak ada yang salah menurutku, bagian berteriak. Seperti hukum fisika—ada aksi, akan ada reaksi bukan? Aku adalah seorang manusia, punya hati, punya perasaan, dan punya luka.

“La Vie”
March 28, 2011

Cerpen Randu Wangi (Koran Tempo, 27 Maret 2011) “INGIN mati.” “Pagi, Ange,” Tristan menyapa dengan nada biasa. Terlalu sering ia mendengar kalimat yang sama. Kalimat favorit Angelie. Tristan tidak lagi ambil pusing dan cemas. Pura-pura saja tidak mendengar. Tidak menanggapi.