Archive for the ‘Putu Wijaya’ Category

Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-kata
July 24, 2011

Cerpen Putu Wijaya (Kompas, 17 Juli 2011)  (Buat GM) AKU menunggu setengah jam sampai toko bunga itu buka. Tapi satu jam kemudian aku belum berhasil memilih. Tak ada yang mantap. Penjaga toko itu sampai bosan menyapa dan memujikan dagangannya.

Boikot
March 7, 2011

Cerpen Putu Wijaya (Suara Merdeka, 6 Maret 2011) SEORANG warga memelihara hantu di rumahnya. Berita itu mula-mula menjadi bahan tertawaan. Tetapi ketika beberapa warga mulai datang untuk menengok hantu itu dan diam-diam minta pertolongan, masalahnya jadi berbeda.

2011
January 19, 2011

Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 16 Januari 2011) “AKHIR tahun membawa banyak hal yang sama. Misalnya harapan bahwa tahun mendatang akan lebih baik. Tapi biasanya, setelah datang, ternyata juga sama. Tak ada perubahan. Kemajuan hanya harapan. Hanya perasaan-perasaan kita yang berubah. Barangkali memang di situ peluangnya.”

M A A F
September 21, 2010

Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 19 September 2010) PADA hari raya Idul Fitri muncul tamu yang tak dikenal di rumahku. Aku pura-pura saja akrab, lalu menerimanya dengan ramah tamah. Terjadi percakapan. Mula-mula sangat seret, sebab aku sangat berhati-hati jangan sampai kedokku terbuka. Di samping itu, diam-diam aku berusaha keras untuk membongkar seluruh kenangan. Setiap bongkah [...]

Merdeka
August 31, 2010

Cerpen Putu Wijaya (Jawa Pos, 29 Agustus 2010) MENJELANG pertempuran terakhir yang menentukan, kami semua, para prajurit, bersiap. Mengumpulkan tenaga, mengerahkan jiwa-raga untuk mengakhiri habis-habisan benturan yang sudah berlangsung ratusan tahun ini.