Archive for the ‘Noviana Kusumawardhani’ Category

Pemanggil Bidadari
February 22, 2012

Cerpen Noviana Kusumawardhani (Kompas, 19 Februari 2012) KENANGAN itu seperti kotak-kotak kardus yang berserak. Seperti saat ini ketika kumasuki desa tempat Simbah Ibu tinggal. Batu-batu jalan setapak seperti memuntahkan kembali rindu yang tiba-tiba mencuat seperti kancing yang lepas begitu saja dari baju seragam anak sekolah. Ketika kumasuki desa itu, malam mulai merapat pada warna jingga [...]

Pemburu Air Mata
February 27, 2011

Cerpen Noviana Kusumawardhani (Kompas, 27 Februari 2011) BUAT penggemar matahari, malam selalu menakutkan. Karena hanya pada malam, semua kayalan tentang iblis dan hantu memiliki tempatnya. Malam entah kenapa selalu mampu memecahkan rongga-rongga dada dan membuat denyut jantung lebih cepat.

Rongga
August 31, 2010

Cerpen Noviana Kusumawardhani (Kompas, 29 Agustus 2010) DESA yang aneh. Saat warna merah di ujung langit, desa  itu senyap. Begitu hening dan pulas. Meski lampu-lampu mulai dinyalakan, nyaris tak ada desah keluar. Suara bisu desir angin yang berbisik di celah hutan bambu, mencekam. Batu-batu jalanan desa seperti tahu bahwa tidak seharusnya suara menjadi penguasa saat senja [...]