Cerpen Musa Hasyim (Jawa Pos, 17 Juli 2011) MALAM membara membawaku untuk terus menanti kedatangan kereta warna biru. Aku duduk memperhatikan saksama setiap petugas yang mengabarkan kedatangannya. Kadang-kadang muncul suara dari speaker, “Mohon perhatiannya, akan datang dari jalur satu, kereta ekspres”. Lagi-lagi aku mengeluh, mungkinkah kereta yang harganya cuma tiga puluh lima ribu rupiah akan [...]