Archive for the ‘Muna Masyari’ Category

Tumbal Suramadu
February 22, 2012

Cerpen Muna Masyari (Jawa Pos, 19 Februari 2012) KULIHAT di kepala ibu, kota itu tak kurang dari kawanan perampok raksasa yang beringas dan bermata bengis. Ia akan meremukkan sesiapa yang dianggapnya lengah dan lemah. Matanya menyimpan bilah-bilah pedang. Siap menjagal leher-leher menonggak tegak. Tangan kekarnya menggenggam palu besi, siap dihantamkan pada batok kepala yang kokoh [...]

Kematian Damar Kembang
January 24, 2012

Cerpen Muna Masyari (Suara Merdeka, 22 Januari 2012) Apakah perempuan memang ditakdirkan sebagai penunggu? PAGI belum bermata. Namun kesunyian di rumah sederhana yang halamannya bertudung tenda biru itu sudah menguap ke udara. Para ibu riuh, sibuk mempersiapkan jejamuan untuk acara pangantan, jam delapan nanti. Bajik, nagasare, lemper, nangginang, sudah siap saji dalam piring mana suka.

Sumur
October 27, 2011

Cerpen Muna Masyari (Republika, 23 Oktober 2011) SUDAH menginjak lima bulan lamanya matahari berpesta. Merayakan kemenangan atas pohon-pohon, tanah, kali, dan sungai. Daun-daun meranggas. Berguguran. Retak-retak tanah mengular. Pohon-pohon tembakau di sawah yang belum sempat dirobohkan berdiri kaku. Pohon kapuk berjajar gundul di sisi jalan kampung. Tinggal kapuknya yang berjatuhan dan bergelantungan dengan kulit mengering. [...]