Archive for the ‘Mashdar Zainal’ Category

Penggali Pasir
March 13, 2012

Cerpen Mashdar Zainal (Jawa Pos, 11 Maret 2012) DARI atas tanggul, ia memandang lepas deras arus bengawan yang kelam dan bergelombang bagai rambut ibunya. Matanya memicing, memperhatikan luapan air yang perlahan surut. Seperti biasanya, bila luapan air mulai surut, tepian bengawan itu akan dipenuhi kerikil dan endapan-endapan pasir basah, yang bila mengering akan tampak menggunduk [...]

Pohon Hayat
January 31, 2012

Cerpen Mashdar Zainal (Kompas, 29 Januari 2012) SEBELUM daun milik nenek gugur, nenek pernah bercerita perihal sebuah pohon yang tumbuh di tengah alun-alun kota. Kata nenek, pohon itu telah ada sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun lalu. Tak ada yang tahu persis, kapan dan bagaimana pohon itu tumbuh. Sewaktu nenek kecil, pohon itu sudah menjulang [...]

Rumah yang Menggigil
August 22, 2011

Cerpen Mashdar Zainal (Suara Merdeka, 21 Agustus 2011) RUMAH itu menggigil. Perempuan tua itu tinggal dan tersesat di dalamnya. Jika malam tiba, rumah itu tampak seperti gadis kecil yang terkurung dalam kamar mandi, dengan keran air yang terus menyala, mengguyur kepala. Konon, dalam rumah itu, musim hujan memang tak pernah berhenti. Siutan angin menyambar-nyambar. Petir [...]

Gelar
April 24, 2011

Cerpen Mashdar Zainal (Republika, 24 April 2011) MENURUTKU, gelar dan nama adalah dua hal yang tak boleh dipisah-pisahkan. Seperti tubuh dan pakaian, sebuah nama akan telanjang tanpa gelar. Itulah mengapa aku sangat mengutuk orang-orang—terutama mahasiswaku—yang luput mencantumkan gelar pada namaku. Sebagai seorang dosen senior, aku telah menerapkan beberapa pantangan bagi seluruh mahasiswa yang mengikuti perkuliahanku. [...]

Di Sini, Hujan Turun Deras Sekali
March 21, 2011

Cerpen Mashdar Zainal (Suara Merdeka, 20 Maret 2011) HUJAN turun deras sekali. Namun, seperti apa pun cuacanya, kau selalu datang tepat waktu. Kini, kubayangkan, kau sedang duduk gelisah di kafe itu, seorang diri. Menatap layar HP yang sinyalnya nyala-mati, sambil menyeruput jus alpokat susu kesukaanmu. Dan kini, mungkin jus alpokatmu sudah tandas. Sudah satu jam [...]