Cerpen Marhalim Zaini (Jawa Pos, 19 Desember 2010) KONGKAM berkali-kali mengusap tempias rinyai hujan di wajahnya. Berkali-kali ia mendongak. Sungguh tak ia duga, langit di atas laut kecil Selat Air Hitam ini tiba-tiba berubah legam, disusul angin yang mengibaskan gerimis. Padahal saat bertolak dari Selat Panjang lima belas menit lalu, matahari tampak tegak segak. Kendati [...]
Archive for the ‘Marhalim Zaini’ Category
Tak Sampai Bersampan ke Kampung Kusta
December 21, 2010
Kolase Waktu (Percakapan-Percakapan yang Tak Selesai)
October 5, 2010
Cerpen Marhalim Zaini (Suara Merdeka, 3 Oktober 2010) GELAP bangkit seperti kelelawar raksasa yang merentangkan sayap di atas kampung ini. Agaknya, malam di mana-mana, selalu menanggungkan kecemasan yang tak mudah diuraikan. Terasa berat, memekat, misterius, itulah hitam. Kalaupun ada gangguan kosmis yang secara tak disangka-sangka bersilang sengkarut di depan mata telanjang kita, apalagi di belakang [...]