Cerpen Mardi Luhung (Kompas, 1 April 2012) AKU akan bercerita pada kalian. Bercerita tentang sebuah jembatan. Namanya adalah Jembatan Tak Kembali. Mengapa diberi nama demikian? Karena, setiap yang menyeberang di jembatan itu, tak akan kembali. Disergap oleh batas yang ada di seberang sana. Seberang yang berkabut. Dan berisi kesempurnaan.
Archive for the ‘Mardi Luhung’ Category
Jembatan Tak Kembali
April 5, 2012
Anakku dan Gajahnya
July 5, 2011
Cerpen Mardi Luhung (Koran Tempo, 26 Juni 2011) INI adalah sebuah cerita yang biasa. Sebiasa ketika aku berada di warung kopi ngomong ngalor-ngidul. Ngomong yang tak jelas juntrungannya. Habis ngomong bensin, ngomong sekolahan. Habis ngomong harga lombok, terus berbelok ke soal gajah yang kabur dari kebun binatang. Gajah yang besar. Gajah yang jika berjalan—bum, bum [...]
Hamil
January 9, 2011
Cerpen Mardi Luhung (Jawa Pos, 9 Januari 2011) I BELAKANGAN aku terganggu oleh sebuah kata. Kata itu terdiri atas lima huruf. Tiga huruf konsonan. Dan dua huruf vokal. Bunyi kata itu adalah: “Hamil,” ya, hamil! Dan seperti bola, kata itu pun selalu melenting ke pojok kiriku. Melonjak ke pojok kananku. Lurus. Kemudian, menabrak setiap apa [...]
Lebih Kuat dari Mati
November 1, 2010
Cerpen Mardi Luhung (Kompas, 31 Oktober 2010) I AKHIRNYA, aku memang percaya, jika antara sakit dan mati tak ada hubungannya. Dengan kata lain, ada orang yang sakit, bahkan yang parah sekalipun, tetapi tak mati-mati. Dan sebaliknya, ada yang kelihatannya sehat, segar dan lincah, tetapi tiba-tiba kleplek-kleplek mati. Mati tanpa pesan. Tanpa amanat. Apalagi tanpa tanda-tanda [...]
Ikan yang Menyembul dari Mata
July 11, 2010
Cerpen Mardi Luhung (Koran Tempo, 11 Juli 2010) I AKU dilahirkan di bulan Maret. Sekian puluh tahun yang lalu. Tepat ketika negeriku mengalami hari-hari berdarah. Hari-hari di mana kawan dan lawan cuma saling tuding: “Ini kawan, itu lawan, dia aman, kau tidak!” Dan malamnya, yang dituding sebagai lawan pun dijemput ramai-ramai. Diciduk, istilah pastinya. Lalu [...]