Cerpen Makanudin (Republika, 11 Juli 2010) MASJID masih sepi. Jamaah belum ada yang datang. Deden menghidupkan lampu. Membuka kamar wudlu dan mengatur keran air. Ia akan segera ke dalam masjid bila dipastikan keran sudah normal. Lalu, ia memasang karpet yang berdiri tergulung di sudut masjid, setelah itu duduk sendiri menunggu jamaah subuh datang.