Archive for the ‘M. Iksaka Banu’ Category

Bintang Jatuh
February 28, 2012

Cerpen M. Iksaka Banu (Koran Tempo, 26 Februari 2012) DINI hari. Sisa ketegangan masih melekat di setiap sudut benteng, menghadirkan rasa sesak yang menekan dari segala arah. Sesekali aroma busuk air Kali Besar tercium, bergantian dengan bau barang terbakar. Ingin sekali aku berendam telanjang di dalam bak mandi setelah enam jam berteriak memberi komando serta [...]

Racun untuk Tuan
February 27, 2011

Cerpen M. Iksaka Banu (Koran Tempo, 27 Februari 2011) BERANDA berbentuk setengah lingkaran, dan seorang perempuan kecil di hadapanku. Sudah ratusan kali aku duduk di beranda ini bersamanya. Biasanya mulai pukul lima, sepulangku dari kerja. Persis seperti saat ini. Ia akan datang dengan kopi serta kudapan dalam toples. Lalu kami bercakap sedikit tentang peristiwa hari [...]

Keringat dan Susu
November 15, 2010

Cerpen M. Iksaka Banu (Koran Tempo, 14 November 2010) “LETNAN Pieter Verdragen, Sir!” sebuah seruan membuatku menunda menyalakan rokok. “Pesan radio dari Bravo!” “Godverdomme. Sampai mana mereka, Rufus?” kutatap kopral tambun di seberang meja yang tampak sibuk dengan radionya. “Seharusnya mereka sudah di sini setengah jam yang lalu.” “Di sekitar Meester Cornelis,” sahut Rufus. “Pecah [...]

Di Ujung Belati
August 8, 2010

Cerpen M. Iksaka Banu (Koran Tempo, 8 Agustus 2010) AUCHMUTY. Samuel Auchmuty. Itu nama Skotlandia biasa. Aku pernah mendengar nama yang lebih aneh. Semula kubayangkan ia gemar berkebun atau menyimpan uang, seperti kebanyakan orang Skotlandia lainnya. Tetapi dalam rapat darurat perwira petang kemarin, Jenderal Jean-Marie Jumel terlihat sangat gelisah saat menceritakan sepak terjang pemilik nama [...]