Cerpen Linda Christanty (Kompas, 24 Juli 2011) HANS, tiap kali kita berdiri di tepi sungai itu, kamu selalu mengatakan hal yang sama, seraya menunjuk permukaan sungai yang kehijauan dan memantulkan bayangan kita: mereka menemukan tubuh Rosa [*] di sini. Alirannya membelah kotamu, mengalir sampai ke Berlin, kota terakhir yang kamu bayangkan sebagai tempat memulai kehidupan [...]
Archive for the ‘Linda Christanty’ Category
Perpisahan
August 1, 2011
Seekor Anjing Mati di Bala Murghab
July 18, 2010
Cerpen Linda Christanty (Koran Tempo, 18 Juli 2010) ANJING mungil itu rebah di jalan. Serdadu itu menembaknya dengan senapan otomatis. Kameraku nyaris terlepas. Aku benar-benar kaget. Baru saja kulihat ia berlari-lari kecil, mengendus-endus pasir, lalu menengok sekelilingnya seperti bingung. Aku bahkan belum memotretnya.
Kesedihan
February 21, 2010
Cerpen Linda Christanty (Koran Tempo, 21 Februari 2010) DIA tidak memakai sari, melainkan gaun pendek kuning cerah. Malam itu dia menyajikan makanan untuk kita. Di meja bulat di dapur kini tersaji berjenis-jenis masakan yang tidak pernah hadir sebelumnya. Dia sibuk mengurai bumbu-bumbu apa saja yang terkandung dalam kari itu, misalnya, dan menyatakan telah menghabiskan waktu [...]