Archive for the ‘Ilham Q Moehiddin’ Category

Pistol Perak Tuan Nostra
January 17, 2012

Cerpen Ilham Q Moehiddin (Suara Merdeka, 15 Januari 2012) 1. “Matahari sudah turun. Di sana hanya ada sisa debu!” Teriak Enrique dari atas menara air. Di bawah, Manuella mengangguk, lalu berlari masuk ke dalam Kedai Minum Fontada. Malam baru saja datang di Puebla.

Bedug Masjid Tua
August 11, 2011

Cerpen Oleh Ilham Q Moehiddin (Republika, 7 Agustus 2011) PERASAAN Doja (penjaga masjid) Rasyid sangat gundah. Saat hendak mengirim isyarat ketiga sebelum Jumat, tanpa dia sengaja, pukulannya memecahkan satu-satunya beduk di masjid itu. Semua jamaah yang sudah hadir duluan, terperangah, bahkan ada yang terkejut dan mulai menyalahkan Doja Rasyid. Menyalahkan, mengapa Doja Rasyid tak mengira-ngira [...]

Magnolia de Capoterra
July 24, 2011

Cerpen Ilham Q Moehiddin (Suara Merdeka, 17 Juli 2011) 172 tahun, duduk di sebuah kursi Bar Cavallo. Bergaun mewah, dengan belahan dada rendah, memamerkan garis dada dan sebentuk kalung mutiara. Syal putih bulu Angsa tersampir di sekitar pundak. Rambutnya tergelung dengan baik. Jemari dan pergelangan tangannya, berhias emas. Bahkan telinganya, ada sepasang giwang bermata berlian [...]

Mencuri Perahu
May 2, 2011

Cerpen Ilham Q Moehiddin (Republika, 1 Mei 2011) “AMA (bapak), benarkah aku anak ikan?” “Siapa yang mengatai kau macam itu!” Meradang Ama Bandi mendengar pertanyaan Ripah, anak perempuan lima belas tahun itu. Buku-buku jemarinya mengeras. Sepertinya, hendak lekas saja dia meninju seseorang.