Cerpen Ika Yunia Fauzia (Republika, 10 Januari 2010) “HIDUP ini indah, seindah tumpukan sampah yang menggunung di depanku. Seharum aroma barang-barang busuk yang selalu menusuk hidungku. Bagaimana tidak kuanggap indah, karena barang kotor itu, aku bisa meneruskan hidup, memberi makan anak-anak, sampai-sampai aku bisa memberi modal istriku untuk membuka usaha dagang kecil-kecilan.” Itulah [...]