Cerpen Hasta Indriyana (Suara Merdeka, 28 Februari 2010) PEREMPUAN itu tinggal di bukit ujung dusun. Di bukit itu tak ada rumah, kecuali gubuknya. Untuk mencapai ke sana, harus melewati petak-petak tegalan sejauh dua kali panjang lapangan sepak bola dari rumah terakhir pojok desa. Ia hidup sendirian. Kisah mengenai seorang anak yang dilahirkannya, selalu menyertai jika [...]