Cerpen Eko Wahyudi Sutardjo (Republika, 18 April 2010) SEMBURAT keemasan mentari mulai menari-nari di antara sekat rerantingan pohon akasia yang berdiri kokoh dan dijadikan sandaran tubuhnya. Satu dua kali, dedaunan berjatuhan satu per satu menerpa wajah dan kepala. Angin semilir berhembus dingin, menyisir di antara pelipis urat dan pori yang tersemat menghiasi kulit ari. Rinai [...]