Archive for the ‘Dadang Ari Murtono’ Category

Mengharap Kematian
May 3, 2012

Cerpen Dadang Ari Murtono (Republika, 22 April 2012) BARANGKALI, semua orang ingin tahu kapan tepatnya mereka akan mati. Barangkali semua orang menginginkan hal yang baik dan indah pada hari kematiannya. Ya, ujung perjalanan yang baik. Kebaikan yang akan membawa mereka ke surga. Dan, itu pula alasan bagi lelaki itu berusaha demikian keras untuk mengetahui kapan [...]

Karpet Kaji Ali
November 16, 2011

Cerpen Dadang Ari Murtono (Republika, 13 November 2011) DI kampung itu, tidak ada yang tidak tahu Kaji Ali. Bukan karena lelaki setengah baya dengan kumis tipis serta berjenggot tebal dan panjang itu adalah satu dari tiga orang di kampung yang sudah sampai Makkah pada musim haji, melainkan juga karena kedermawanannya. Dia adalah orang yang paling [...]

Cangkang
July 5, 2011

Cerpen  Dadang Ari Murtono (Jawa Pos, 26 Juni 2011) TIDAK ada satu pun penduduk kampung itu yang tahu darimana cangkang tersebut berasal. Dan, bagaimana cangkang itu tiba-tiba ada di balai dusun. Cangkang tersebut ada tiba-tiba. Teronggok di balai dusun pada suatu pagi setelah malam harinya hujan turun dengan deras. Tak pernah ada hujan sederas itu [...]

Pencuri Mayat
April 13, 2011

Cerpen Dadang Ari Murtono (Republika, 10 April 2011) SEBELUMNYA, tidak pernah ada kejadian aneh di kampung ini. Tidak pernah ada beberapa orang yang menjaga kuburan kampung malam-malam. Dan, para peronda itu akan bertambah banyak bila ada kuburan yang baru diuruk, bila bertambah lagi kuburan baru dan berkurang penduduk kampung. Tidak pernah obrolan di warung kopi [...]

Tembok
March 21, 2011

Cerpen Dadang Ari Murtono (Republika, 20 Maret 2011) SEMUA bermula dari tembok ini. Tembok yang memisahkan rumah mewah itu dengan rumah-rumah gedek kecil di kampung itu. Pemiliknya, lelaki tua gendut berkacamata tebal dan bibir yang senantiasa basah itu bilang, “Tembok ini untuk melindungi rumah kami dari pencuri.” Tapi, di kampung itu tak pernah ada pencuri.