Cerpen Budi Saputra (Suara Merdeka, 2 Oktober 2011) SUNGGUH tak terbendung saat itu. Ia yang awalnya pendiam dan penutup itu, tiba-tiba mengamuk di tepi sungai. Membabi buta. Melampiaskan dendam dan amarah yang menumpuk dalam dadanya. “Aarrrrgggg.” Suara jerit berhasil diciptakannya. Hari buruk menimpa seorang bocah gempal musuh bebuyutannya. Lehernya yang besar itu. Tubuhnya yang gempal, [...]