Cerpen Yetti A. Ka & Benny Arnas (Jawa Pos, 22 April 2012) AKU tak mungkin keliru kalau sekarang hari Sabtu dan bukan tanggal merah. Aku tak mungkin keliru kalau ini adalah simpang itu, simpang kita. Ah, apa yang terjadi padamu hingga tak kunjung menyambangiku? Apa yang terjadi pada hari ini hingga begitu sepi?
Archive for the ‘Benny Arnas’ Category
Simpang
May 3, 2012
Pelajaran Bercinta
April 17, 2012
Cerpen Benny Arnas (Suara Merdeka, 15 April 2012) Palung Rinduku adalah dekap buku pada pembatas halaman, tepat pada bab perjumpaan paling dahsyat di dunia. Aku sangat yakin kalau kau memiliki perasaan yang sama terhadapku walau mungkin kau memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkannya. Oh, jangan-jangan aku tengah tergores oleh tajamnya kata-kata penantian? Ya, aku masih [...]
Anak Ibu (3)
February 28, 2012
Cerpen Benny Arnas (Jawa Pos, 26 Februari 2012) Anak yang baik adalah anak yang dapat memelihara hati ibunya. . Alun-alun Surga Seorang wanita. Seorang ibu. Melahirkan. Membesarkan. Merawat. Apa yang sebenarnya ia lakukan kepada anaknya? Begini. Seorang anak. Anak satu-satunya. Anak perempuan. Anak manis. Gadis periang. Bermain dengan teman-teman. Sebayanya. Semua laki-laki. Ibu khawatir. Kita [...]
Surat
October 14, 2011
Cerpen Benny Arnas (Republika, 2 Oktober 2011) SAYA tak tahu. Sebenarnya ini surat ke berapa yang ditulis. Surat-surat sebelumnya telah bersitumpuk di sudut-sudut rumah kayu saya yang sempit, di sudut kamar saya yang tentu juga sempit, di kotak-kotak lemari cokelat pias tanpa ukir, beberapa di celah-celah ventilasi dapur. Surat-surat itu bukannya surat-surat yang tak layak [...]
Bujang Jauh
August 29, 2011
Cerpen Benny Arnas (Koran Tempo, 28 Agustus 2011) JAUH-JAUH rumpun ialang, buah para di lengkung papan. Sungguh riang gadis berdendang, pemuda tampan di kampung halaman. Itulah yang dirasai Bunga Raya, putri tunggal seorang duda. Semua bukan tanpa alibi, bujang itu adalah Sakiaki. Beberapa hari belakangan, ia selalu dalam pikiran. Di beberapa kesempatan, ia menyelinap dalam [...]