Cerpen Bakdi Soemanto (Kompas, 18 Desember 2011) “TERNYATA harganya tiga ratus tujuh puluh lima ribu, Pak,” kata Sum kepada lakinya, Uncok. “Barang apa yang kau bicarakan itu, kok mahal amat?” bertanya suaminya. “Lho, musim hujan tahun lewat dan sebelumnya juga, kan, saya bilang, Pak, roti yang diberi gula yang berbentuk bunga mawar itu harganya tiga [...]