Cerpen Arlin Widya Safitri (Republika, 8 Januari 2012) ANGIN semilir selalu menyejukkanku pada saat berdiri di bawah terik sinar matahari. Kicauan burung-burung kecil selalu menghiburku di tengah ingar-bingar manusia yang sibuk membangun istana. Dari pagi hingga sore, manusia hilir mudik tanpa lelah. Asap knalpot telah menjadi candu. Anak-anak jalanan belari-lari kecil menjadi pemandanganku sehari-hari. Terasa [...]