Cerpen Ajib Purnawan (Jawa Pos, 8 Januari 2012) SETUMPUK bibir menyunggingkan senyum. Sih puas dengan jerih payahnya setiap pagi. Ia hanya tidak puas pada derita jiwa yang masih dikekang raga. Telapak kaki yang ia gunakan untuk berpijak telah menebal beberapa centi. Langkahnya pasti, berangkat sebelum subuh ke hutan jati. Rombongan pencari kayu yang dulu ramai, [...]