Archive for the ‘Agus Noor’ Category

Requiem Kunang-kunang
January 24, 2012

Cerpen Agus Noor (Kompas, 22 Januari 2012) BARANGKALI aku akan menjadi kunang-kunang terakhir di kota ini. Segalanya terasa sebagai kesenduan di kota ini. Gedung-gedung tua dan kelabu, jalanan yang nyaris lengang seharian, deretan warung kelontong dan kafe-kafe sunyi dengan cahaya matahari muram yang mirip kesedihan yang ditumpahkan. Kota ini seperti dosa yang pelan-pelan ingin dihapuskan.

Kunang-kunang di Langit Jakarta
September 15, 2011

Cerpen Agus Noor (Kompas, 11 September 2011) IA kembali ke kota ini karena kunang-kunang dan kenangan. Padahal, ia berharap menghabiskan liburan musim panas di Pulau Galapagos—meski ia tahu, kekasihnya selalu mengunjungi pulau itu bukan karena alasan romantis, tapi karena kura-kura. Kura-kura itu bernama George.

Kunang-kunang dalam Bir
October 15, 2010

Cerpen Djenar Maesa Ayu dan Agus Noor (Kompas, 10 Oktober 2010) DI kafe itu, ia meneguk kenangan. Ini gelas bir ketiga, desahnya, seakan itu kenangan terakhir yang bakal direguknya. Hidup, barangkali, memang seperti segelas bir dan kenangan. Sebelum sesap buih terakhir, dan segalanya menjadi getir. Tapi, benarkah ini memang gelas terakhir, jika ia sebenarnya tahu [...]

Bayi Bersayap Jelita
August 15, 2010

Cerpen Agus Noor (Jawa Pos, 15 Agustus 2010) KAKEK bisa membelah diri. Bisa berada di banyak tempat sekaligus…. Aku melihat Kakek tengah berdiri memandang keluar jendela, ketika aku masuk. Kamar gelap—mungkin Kakek sengaja mematikan lampu—aku merasa ia tak ingin diganggu. Pelan pintu aku tutup kembali. “Masuklah,” suara Kakek lemah. Ia tergolek, dengan selang oksigen dan [...]

Penjaga Kamar Mayat dan Sejumlah Fiksi Mini Lainnya
April 5, 2010

Sekumpulan Fiksi Mini Agus Noor (Koran Tempo, 4 April 2010) Penjaga Kamar Mayat Kemarin ia dipecat. Tadi pagi mati bunuh diri. Malam ini kulihat ia kembali masuk kerja. Duduk pucat terkantuk-kantuk di dekat pintu kamar mayat.