Cerpen Adi Zamzam (Koran Tempo, 25 Maret 2012) SEBUAH sudut di samping sebuah lapak tukang sol sepatu. Leret matanya meriap-riap begitu cahaya redup menemukan wajahnya. Belek menggumpal di kedua sudut matanya. Ia menggeliat sebentar, meregangkan kedua kaki depannya.
Archive for the ‘Adi Zamzam’ Category
Lelaki Kucing Pasar
March 31, 2012
Traktor
November 29, 2011
Cerpen Adi Zamzam (Jawa Pos, 27 November 2011) NYALANG mata Wo Rikan acapkali melihat derum benda itu. Meraung-raung seperti tengah mentertawakan dirinya yang kini jadi sering menganggur karena tak ada lagi pekerjaan. Padahal telah lama musim penghujan menjadi mimpi indah dalam kepala lelaki gaek itu.
Siri [1]
August 7, 2011
Cerpen Adi Zamzam (Republika, 31 Juli 2011) SEJAK lelaki itu tak tercium baunya lagi, kulihat Mbak Yuni jadi seperti pohon yang meranggas. Sering kulihat ia menangis dalam kesunyiannya sendiri. Semuanya dimulai tiga tahun silam. Pak Darji yang mengenalkan lelaki itu kepada Bapak. Lelaki dari Semarang. Ia mempunyai dua petak sawah di Sugihmanik sini. Pak Darji [...]