Cerpen Adam Gottar Pirre (Jawa Pos, 22 Januari 2012) DITERANGI lampu biji jarak [1] yang ditusuk seperti sate, malam itu kami duduk setengah melingkar menghadap ke timur di sangkok [2] rumah. Di depan kami, terletak sebuah nyiru berisi biji jagung dan sebuah mangkuk batu. Dengan biji palawija itulah kami hendak menghitung jumlah kosakata yang masih [...]