Cerpen Abidah El Khalieqy (Suara Merdeka, 24 Juli 2011) LAYLA ada di bandara Iskandar Muda, nengok kiri kanan tak nemu Majnun yang dirindu. Rasanya telah sekian abad tak jumpa. Menit demi menit hanya mengekalkan hampa. Makin bara ia. Ingin meninjunya, si Pangeran Cinta dari sahara kesunyian. Awas ya kalau berani nongol! Batin Layla menggempita.
Archive for the ‘Abidah El Khalieqy’ Category
Layla Mampir di Serambi
August 1, 2011
Putri Sang Pemimpi
January 23, 2011
Cerpen Abidah El Khalieqy (Suara Merdeka, 23 Januari 2011) MENJEJAK tanahmu, lama aku termangu. Inikah bumi yang kaukisahkan itu. Yang menyimpan pundi-pundi karun dunia. Namun sengsara karena ribu-ribu mata terus mengawas dan ribu-ribu tangan terus mengeruk. Tak ada habisnya.
Pulang tanpa Alamat
September 5, 2010
Cerpen Abidah El Khalieqy (Jawa Pos, 5 September 2010) USAI mandi dan memilih pakaian paling bersih, Gotap menyemprotkan minyak wangi di bawah daun telinga. Di dada kiri tempat jantung bersembunyi, dan sedikit olesan di denyut nadi pergelangan tangan. Senyum cerah tersungging dalam cermin besar dan jernih. Seperti kuncup putih melati, senyum itu ditatapnya berulang kali. [...]
Perempuan Hajar
July 4, 2010
Cerpen Abidah El Khalieqy (Suara Merdeka, 4 Juli 2010) SEMINGGU belakangan, Putri Angin benar benar bingung. Mau merampungkan kuliah S3 atau balik cepat-cepat ke kampung halaman. Sisa uang tinggal cukup untuk hidup seminggu dan bayar tiket pulang. Tak ada pihak mana pun yang bakal menjamin keuangan dan nasib hidup selanjutnya. Tak ortu tak juga sebuah [...]
Menari di Padang Prairi
May 16, 2010
Cerpen Abidah El Khalieqy (Jawa Pos, 16 Mei 2010) OKE! Aku menyerah. Teruslah menari seluas padang prairi. Karena kau adalah benih adalah hujan adalah angin dan matahari. Tunas cinta menyembul darimu per detik. Tak ada jemu. Meski telah kubabat rumputan sabanamu, kuluapkan sungai-sungaimu hingga kering dan kutebas pohonan rimba rayamu. Meski telah kututup pintu-pintu dan [...]