Archive for January, 2010

Arajang
January 31, 2010

Cerpen Khrisna Pabichara (Republika, 31 Januari 2010) [Kepada M Aan Mansyur dan Puang Matowa Saidi’] 1 Sudahkah kau memeluk dirimu hari ini? TIDAK mudah menjadi lelaki. Begitu pun menjadi perempuan. Tapi, lebih tidak mudah lagi menjadi calabai––lelaki yang menyerupai perempuan. Di kampung kelahiranku, Malakaji––sebuah kampung di kaki Gunung Bawakaraeng––lelaki hanya butuh mahir berkuda, bela diri, [...]

Percakapan Pengantin
January 31, 2010

Cerpen Benny Arnas (Koran Tempo, 31 Januari 2010) PERCAKAPAN mereka adalah gayung bersambut sepasang hati yang marun merahnya. Percakapan yang mengetuk gendang telinga penduduk langit. Percakapan sederhana dari sebuah kampung yang tak tertitik dalam peta, tak tertilik oleh sesiapa, pun tak terbetik dalam kabar. Namun, bila para nabi dan istri mereka, para sahabat nabi dan [...]

Subuh Mak’ke
January 28, 2010

Cerpen Ida Ahdiah (Republika, 24 Januari 2010) ADA suara yang menggangguku pada sebuah subuh gerimis, di bulan Januari. Suara azan dari mushala itu membuatku terjaga dengan tidak biasa. Bola mataku kaku menatap langit-langit kamar yang tampak samar-samar karena hanya disinari lampu tidur berwatt rendah. Telingaku kupasang baik-baik mendengarkan alunan azan merdu, yang kunikmati dengan hati [...]

Tentang Tak Ada
January 28, 2010

Cerpen Avianti Armand (Koran Tempo, 24 Januari 2010) MENUNGGU Tak ada yang berubah di kafe ini. Gebyok kayu yang jadi aling-aling, tetap berada di situ. Seperti cadar pengantin yang malu-malu, lubang-lubang ukirannya mengijinkan mata mencuri intip ke ruang di baliknya. Cahaya merembes lewat celah di antara genteng tanah liat, menggambar lingkaran-lingkaran acak di lantai terakota. [...]

Sura dan Perempuan
January 28, 2010

Cerpen Handoko F Zainsam (Republika, 17 Januari 2010) TAK seorang pun berani main-main dengannya. Dia perempuan terhebat yang pernah ada di negeri ini. Semua orang mampu dibuatnya jatuh cinta. Lantaran memburu cintanya, tak jarang terjadi silang sengketa, pertikaian, bahkan pembunuhan. Sungguh, tak seorang pun berani sembarangan menyebut namanya. Paling hanya menyerukan julukannya saja. Tak lebih, [...]