Keputusan Ely

August 3, 2014 - Leave a Response

Cerpen Dewi Kharisma Michellia (Media Indonesia, 3 Agustus 2014)

Keputusan Ely ilustrasi Seno

ELY mengemas semua yang tak bisa ditinggalnya. Bahkan suara burung-burung di pohon akasia yang berkicau sepanjang hari sudah dia masukkan ke dalam toples. Dengan secongkel cat warna merah jambu dari ayunan di taman belakang rumah, dan cacing-cacing pada tanah gembur dari taman ayahnya.

Saat meninggalkan ayah Ely, ibunya hanya berkata maaf. Ayah Ely di kursi roda tak menyahuti. Ia hanya dapat menatap mata istrinya. Melihat itu, Ely ingin menghamburkan tubuh ke pangkuan ayahnya. Namun, kakak Ely sudah berdiri di belakang kursi roda. Hanya menggelengkan kepala, lantas mengangkat dagu mengusir Ely. Read the rest of this entry »

Ziarah Lebaran

July 27, 2014 - Leave a Response

Cerpen T Agus Khaidir (Media Indonesia, 27 Juli 2014)

Ziarah Lebaran ilustrasi Pata Areadi

DIK, maaf, sudah lama aku tak mengunjungimu. Apa kabarmu? Kapan kali terakhir aku datang ke sini, ya? Aku lupa. Kau? Entahlah, pastinya sudah lama sekali. Aku memang sangat sibuk. Sepanjang pekan, berhitung bulan, tak terasa sudah setahun. Mungkin lebih. Bahkan 24 jam sehari pun kadang-kadang terasa kurang.

Begitulah, pada akhirnya aku memang harus mewujudkan cita-citaku, Dik. Cita-cita yang dulu, yang setiap kali kuungkapkan, tak pernah kau sambut gembira. Kau bilang, untuk apa menyibukkan diri dengan perkara yang memusingkan, padahal hidup kita sudah tenang. Politik, menurutmu, hanya akan membuat tidur kita didatangi mimpi buruk. Waktu itu aku tertawa hingga terbahak-bahak. Sebab, kau terlalu naif. Dunia bukan sekadar tempat numpang lewat. Jika pun singgah di kedai, sungguh sayang kalau hanya bisa minum kopi. Hidup tenang bukan tolak ukur kebahagiaan. Kita tak bisa sepakat perihal pandangan ini. Tapi aku tahu bahwa kau sepenuhnya tahu, cita-cita ini sudah kupupuk jauh sebelum kita bertemu, dan kau juga tahu, aku bukan orang yang gampang menyerah. Read the rest of this entry »

Bulan Bulat Penuh

July 20, 2014 - Leave a Response

Cerpen Budi Hatees (Media Indonesia, 20 Juli 2014)

Bulan Bulat Penuh ilustrasi Pata Areadi

BULAN bulat penuh di atas pohon bacang yang tumbuh semarak di halaman rumah. Pendar cahayanya bagai hendak mengganti malam menjadi siang. Membias sampai ke dalam rumah, menyusup lewat celah dinding tepas, membentuk jarum-jarum cahaya dan menembus binar redup lampu minyak tanah yang tergantung di dinding. Angin malam menusukkan gigil pada kulit tubuhmu yang tua dan rapuh. Perlahan kau bangkit dari ranjang, mengansur selangkah untuk meraih lampu minyak, mendekatkan nyalanya ke ranjang, guna memastikan apakah Salminah sudah terlelap. Read the rest of this entry »

Menara Dosa

July 13, 2014 - Leave a Response

Cerpen Maya Lestari Gf (Media Indonesia, 13 Juli 2014)

Menara Dosa ilustrasi Pata Areadi

AJAJIA menemukan sebuah pohon ajaib. Keajaibannya bukan pada lingkar pohonnya yang besar, juga bukan pada batangnya yang begitu tinggi. Sedemikian tinggi seolah hendak menandingi langit. Keajaiban pohon itu terletak pada kemampuannya menyerap segala suara. Barang siapa berbicara di hadapan pohon itu, akan merasakan betapa suara mereka disedot ke dalam setiap pori-porinya, lalu hilang dan tak berbekas dalam ingatan. Pohon itu seolah-olah memiliki kekuatan menghisap segala suara dan ingatan yang berada di dekatnya. Rupa-rupa suara bagaikan sumber energi bagi pohon itu, yang akan ia santap dengan rakus. Read the rest of this entry »

Senjakala Seorang Bunda

July 6, 2014 - Leave a Response

Cerpen Hikmat Gumelar (Media Indonesia, 6 Juli 2014)

Senjakala Seorang Bunda ilustrasi Pata Areadi

DI gang lebar sedepa, yang kiri-kanannya dipenuhi poster dan pamflet pasangan calon presiden dan wakil presiden, dua belas anak terbelah dua. Satu tim Brasil. Satu tim Spanyol.

Nama-nama mereka pun berganti dengan nama-nama pemain bintang Spanyol dan Brasil, idola anak-anak yang semuanya masih duduk di bangku sekolah dasar itu. Anak-anak di tim Brasil yang bernama Wawan, Isa, Tisna, Deden, Toto, dan Dodo berganti menjadi Julio Caesar, David Luis, Thiago Silva, Oscar, Ramires, dan Neymar. Anak-anak tim Spanyol yang bernama Uu, Aming, Kamil, Aat, Sabur, dan Nanu berganti jadi Iker Casillas, Iniesta, David Silva, Gerard Pique, Sergio Ramos, dan Fernando Torres. Read the rest of this entry »

Marini dan Marina

June 29, 2014 - One Response

Cerpen Zelfeni Wimra (Media Indonesia, 29 Juni 2014)

Marini dan Marina ilustrasi Pata Areadi

BELUM genap jam sembilan pagi, Marini sudah merangkak masuk kandang. Di dalam kandang itu, ada puluhan ekor ayam liar yang sengaja belum dilepaskan. Marini akan menangkap seekor dari ayam-ayam itu. Ayam bujang untuk melengkapi syarat meminta petuah kepada dukun Pati di kampung seberang.

Selain ayam bujang, Marini juga sudah menyiapkan sebilah pisau dan segantang beras. Juga ada pakaian dalam miliknya dan milik suaminya dibungkus dalam plastik bersama beberapa lembar uang puluhan ribu. Semua menjadi syarat untuk menemui dukun keramat itu. Read the rest of this entry »

Lelaki Berpeci

June 22, 2014 - 3 Responses

Cerpen Yusri Fajar (Media Indonesia, 22 Juni 2014)

Lelaki Berpeci ilustrasi Pata Areadi

BELUM sampai aku menjejakkan kaki di tepian pantai, tiba-tiba aku terkenang dirimu. Padahal aku mengunjungi pantai ini untuk melunaskan kerinduan pada samudra biru. Dulu ketika tempat ini masih bernama pantai Tanjung Kodok, aku, kau, dan kawan-kawan santri yang rata-rata berumur belasan tahun, setiap Jumat berolahraga lari pagi ke sini sambil melihat keindahan karang mirip katak raksasa yang dihempas ombak bertubi-tubi.

Kini Tanjung Kodok telah menjadi resor mewah, dan hamparan tanah di sekitarnya menjelma arena hiburan, mulai dari adu ketangkasan hingga rumah sakit hantu. Kau, sebagaimana aku, tak pernah menyangka, jika area yang dulu kita kenal sebagai lokasi untuk melihat hilal menjelang Ramadhan dan Lebaran, kini bersanding dengan gegap gempita kesenangan.   Read the rest of this entry »

Keluar

June 22, 2014 - 2 Responses

 

Cerpen Yetti A.KA (Koran Tempo, 22 Juni 2014)

Keluar ilustrasi Munzir Fadly

 

NICELI keluar rumah pukul delapan pagi. Ia masih ingat bunyi mangkuk jatuh. Itu mangkuk kesayangannya. Mangkuk yang tidak boleh pecah. Tapi semua sudah terjadi. Pecahan-pecahan mangkuk itu bahkan masih berserakan di lantai saat ia meninggalkan rumah.

Dengan muram ia memandang jalan panjang sambil terus memikirkan apa yang akan dikatakan Norm jika tahu mangkuk itu sudah berakhir? Ia menapaki jalan; satu langkah, dua langkah, tiga langkah, empat langkah, lima langkah, dan entah nanti sampai berapa saat akhirnya ia berbalik lagi. Bunyi mangkuk jatuh tidak juga pergi dari kepalanya. Bunyi yang mendekam dalam kepala dan muncul berulang-ulang.  Read the rest of this entry »

Kelelawar di Atas Kepala Mama

June 22, 2014 - 2 Responses

Cerpen Erna Surya (Suara Merdeka, 22 Juni 2014)

Kelelawar di atas kepala mama ilustrasi hery purnomo

MAMA tak pernah marah padaku. Ia selalu muncul sebagai peri nan cantik. Rambut panjang mama tergerai indah, itu yang selalu kulihat. Selebihnya, suara lembut yang kudengar bila ia dekat-dekat denganku. Mama tak pernah meninggalkanku di malam hari. Pernah aku tersedak ketika tengah makan malam. Ia menepuk-nepuk punggungku seraya berkata, ’’Tak apa-apa.’’ Ah, mama yang baik.

’’Kau sudah besar.’’  Read the rest of this entry »

Firasat

June 22, 2014 - 4 Responses

Cerpen Fahdiant Uge (Republika, 22 Juni 2014)

Firasat ilustrasi Rendra Purnama

“BU, tapi ini sudah keempat kalinya. Berturut-turut!” kalimat Shafira bergetar. Ketakutan.  Air teh panas yang di tuangnya membuat gelas beling bening retak. Air teh memenuhi meja makan. Menetes ke lantai. Shafira mengempaskan teko. Ada embusan putus asa atas kepungan firasat buruk di benaknya.

“Kamu ini termakan sinetron. Gelas retak itu biasa. Kualitas pabrik sekarang menurun,” ibunya tidak menggubris. Konsentrasinya tertuju pada mangkuk berisi sayuran dan lauk yang dihidangkan di meja makan. Dalam hati, ibunya membenarkan hipotesis tersebut. Shafira berusia 30 tahun, tetapi kekanak-kanakan. Bagaimana jadi istri orang jika setiap kejadian diartikan firasat buruk? Bisa makan hati.  Read the rest of this entry »